UNPAD International Day merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk mengenal seni dan budaya negara-negara di dunia. Kegiatan ini sanggup menyedot banyak pengunjung baik dari sivitas akademika Unpad sendiri maupun masyarakat umum. Unpad International Day menampilkan stan-stan dari 15 negara termasuk Indonesia ditambah stan komunitas Hong dan Bagian Kerjasama Luar Negeri Unpad. Setiap stan berusaha memanjakan pengunjung dengan berbagai cara. Selain makanan khas, ada yang sengaja memberikan kesempatan bebas berfoto lengkap dengan kostum khas negara tersebut seperti Hongaria. Bahkan ada yang sengaja menjual cinderamata cantik seperti yang bisa ditemui di stan negara Kamboja.

Menurut ketua panitia, Muhammad Megantoro Brennaf, konsep Unpad International Day merupakan adopsi dari perhelatan serupa yang ia ikuti saat menjadi mahasiswa program pertukaran di Korea. Kala itu ia dan teman-teman lain dari Indonesia menampilkan gamelan dan kuliner khas Indonesia di negeri Ginseng tersebut pada acara serupa. “Konsep International Day diadopsi dari acara serupa yang kami lihat ketika mengikuti pertukaran mahasiswa di Korea. Namun ada yang kami sesuaikan dengan kondisi yang ada di sini. Tujuannya untuk memperkenalkan kebudayaan di setiap negara yang mengikuti acara ini,” paparnya.

Acara ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa yang belajar di Unpad, namun ada juga yang dari universitas lain. Hal ini setidaknya diperlihatkan mahasiswa dari Myanmar yang mengundang teman-teman senegaranya yang sedang kuliah di Yogyakarta dan Surabaya untuk turut mengikuti acara ini. “Kami mencoba mengumpulkan mahasiswa asing yang kuliah di Unpad dan ternyata banyak. Kemudian mereka sendiri mengundang teman-temannya yang kuliah di universitas lain untuk bergabung. Alhamdulillah teman-teman mereka sangat antusias mengikuti acara ini,” sambungnya.

Unpad International Day diikuti oleh mahasiswa asing dari 14 negara tetangga. Mereka berasal dari Perancis, Jepang, Uganda, Madagaskar, Hongaria, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Brasil, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Perhelatan ini seakan membuka mata pengunjung bahwa tidak sedikit mahasiswa asing yang menimba ilmu di Unpad. Hal ini mengindikasikan Unpad menjadi salah satu daya tarik pendidikan di Indonesia. Kondisi ini semakin mengukuhkan niat Unpad untuk menjadi universitas kelas dunia. (eh)*