Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD pada kenyataannya belum menjamin penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan lebih bersih dari kecurangan dibandingkan Pemilu sebelumnya sebagaimana dimuat dalam laporan Bawaslu tanggal 13 April 2009, padahal disisi lain telah terjadi kriminalisasi berlebihan dalam undang-undang tersebut yang merupakan bentuk pembatasan terhadap Hak Asasi Manusia. Bahkan dikhawatirkan kriminalisasi yang berlebihan (overcriminalization) akan membuat penegak hukum merasakan kelampauan beban (overbelasting) dan juga membuat hukum pidana semakin tidak bernilai di masyarakat. Hal ini mengakibatkan undang-undang tersebut tidak efektif di masyarakat. Efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana Pemilu dapat berperan sebagai sarana meningkatkan kesadaran hukum dan kepatuhan hukum masyarakat terhadap peraturan Pemilu, masyarakat yang sadar hukum dan patuh hukum merupakan salah satu keunggulan lokal yang dapat meningkatkan daya saing bangsa. Tujuan penulisan dari karya tulis ini adalah untuk mengetahui apakah kriminalisasi dalam UU No. 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu DPR, DPD, dan DPRD dapat mencapai Pemilu yang berkualitas dan bagaimanakah efektivitas penegakan hukum tindak pidana Pemilu dapat berperan sebagai sarana pembangun kesadaran hukum masyarakat. Kriminalisasi (criminalisatie) adalah pengaturan perbuatan yang semula tidak merupakan delik kemudian dijadikan delik, misalnya incest; bigami. Kriminalisasi merupakan salah satu cara untuk memperbaharui hukum pidana. Pembaruan hukum pidana dimaksudkan untuk menegakkan hukum pidana dan mencapai tujuan hukum pidana. Mengkriminalisasi perbuatan pada dasarnya merupakan pembatasan terhadap Hak Asasi Manusia sehingga kriminalisasi dilakukan secara ketat. Kriminalisasi harus memenuhi syarat-syarat yaitu bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur, memperhatikan cost and benefit principles, menghindari kelampauan beban tugas penegak hukum, menghindari overcriminalization, dapat dioperasionalkan (enforceable), dan perumusan jelas (lex certa). Metode penulisan yang dipergunakan dalam karya tulis ini adalah penelitian hukum yuridis normatif atau penelitian hukum doktrinal, yaitu penelitian yang menggunakan sumber data sekunder. Tahapan penelitian menggunakan tipe penelitian deskriptif analitis yaitu menggambarkan permasalahan yang ada kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu hukum, sedangkan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan (library research). Kriminalisasi berbagai perbuatan dalam UU No. 10 Tahun 2008 tidak memenuhi syarat-syarat krmininalisasi sehingga tidak atau belum mampu mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang berkualitas khususnya dan tujuan dari hukum pidana itu sendiri umumnya. Ada lima indikator penegakan hukum tindak pidana Pemilu yaitu hukumnya (UU No. 10 Tahun 2008), penegak hukumnya (Bawaslu/Panwaslu, KPU, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan), fasilitas yang menunjang, kesadaran hukum dan kepatuhan hukum masyarakat dan budaya hukum. Efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana Pemilu dapat membentuk kesadaran hukum masyarakat terutama pada Pemilu. Ada empat indikator kesadaran hukum, yaitu pengetahuan tentang peraturan-peraturan hukum (law awareness), pengetahuan tentang isi hukum (law acquintance), sikap terhadap peraturan-peraturan hukum (legal attitude) dan pola-pola perikelakuan hukum (legal behavior). Penegakan hukum yang efektif dapat berperan dalam membentuk kesadaran hukum masyarakat, kesadaran hukum masyarakat dalam suatu negara merupakan salah satu keunggulan lokal yang dapat meningkatkan daya saing bangsa. Penulis merekomendasikan untuk merevisi UU No. 10 Tahun 2008, mengubah ancaman pidananya, dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana Pemilu dengan memperhatikan lima indikator penegakan hukum. Lebih lengkapnya silahkan download disini http://www.ziddu.com/download/5308471/HukumTindakPidanaPemiluBerdasarkanUUNo.10Tahun2008.rtf.html Power pointnya silahkan download disini http://www.ziddu.com/download/5308629/PenegakanHukumTindakPidanaPemilu.ppt.html